

Darunnajah, Sengkang, 17 September 2025* — Malam Senin, 16 September 2025, menjadi momen bersejarah bagi Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Darunnajah Sengkang. Salah satu santriwati kelas 12, Nur Aini Aiman (17 tahun), dengan penuh khidmat berhasil menuntaskan setoran hafalan 30 juz Al-Qur’an di hadapan para ustadzah dan santri. Capaian gemilang ini menempatkan Aini sebagai khatimat ke-3 PPTQ Darunnajah Sengkang.
Prestasi ini melengkapi capaian sebelumnya dari Nurul Nafeeza (16 tahun), santriwati kelas 11 yang lebih dulu menyelesaikan hafalan 30 juz pada 30 Agustus 2025, dan tercatat sebagai khatimat ke-2. Keduanya sama-sama memulai perjalanan menghafal sejak duduk di bangku kelas 1 SMP, hingga akhirnya menorehkan sejarah indah di usia remaja.
Perjalanan Penuh Kesabaran dan Ketekunan
Perjalanan menghafal 30 juz tentu bukan hal yang mudah. Lulu dan Aini harus melewati proses panjang dengan kedisiplinan tinggi: rutin *muraja’ah setiap hari, bangun di *sepertiga malam untuk memperkuat hafalan, serta tetap fokus di tengah kesibukan kegiatan kepesantrenan. Doa dan dukungan orang tua menjadi kekuatan besar hingga keduanya sampai pada titik ini.
Usai menyelesaikan setoran terakhir, Aini sujud syukur penuh haru, sementara Lulu langsung menghubungi ibunda tercinta melalui telepon untuk berbagi kebahagiaan.
Apresiasi dari Muhaffidzah dan Orang Tua
Muhaffidzah PPTQ Darunnajah menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya:
“Alhamdulillah, khatamnya Lulu dan Aini dengan hafalan 30 juz di usia remaja adalah bukti bahwa generasi muda mampu menorehkan sejarah mulia. Semoga keduanya diberi keistiqamahan dalam menjaga dan mengamalkan hafalannya, serta menginspirasi santri lainnya.”
Suasana haru juga dirasakan oleh keluarga kedua santriwati. Ibunda Lulu menyampaikan, sambil menitikkan air mata bahagia:
“Alhamdulillah, tidak sadar saya menangis sangking terharunya. Semoga selalu diberi kesehatan dan kemudahan untuk terus memuraja’ah hafalannya sampai benar-benar mutqin. Syukran buat semua para ustadzah pembimbing.”
Sementara itu, ibunda Aini memberi pesan penuh doa:
“Syukran ustadzah atas bimbingannya selama ini. Semangat muraja’ah, Nak.”
Lanjut ke Program Muraja’ah Mutqin 30 Juz
Setelah menyelesaikan hafalan, Lulu dan Aini kini memasuki program muraja’ah mutqin 30 juz, yakni penguatan hafalan secara sistematis, terjadwal, dan berkesinambungan. Program ini dirancang agar hafalan tidak hanya selesai disetorkan, tetapi benar-benar mutqin, hingga para khatimat mampu mengingat letak ayat dan halaman di dalam mushaf.
Inspirasi Bagi Generasi Qur’ani
Prestasi Lulu dan Aini menegaskan bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk menjadi penghafal Al-Qur’an. Justru dengan tekad, disiplin, dan doa, santri mampu menorehkan capaian mulia sejak dini.
PPTQ Darunnajah Sengkang berharap capaian ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh santri untuk terus berjuang bersama Al-Qur’an. Hafalan 30 juz bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal tanggung jawab besar sebagai ḥāmilatul Qur’ān, pembawa amanah suci untuk diamalkan dan disyiarkan.